Konflik Lampung Tertinggi

Konflik Lampung Tertinggi

RADAR LAMPUNG –  KAMIS, 10 JANUARI 2013 | 13:52 WIB     119 KALI DIBACA
 
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

Polri Dinilai Gagal
Pekerjaan rumah Polri tahun ini dinilai lebih berat. Selain setahun menjelang pemilu, kerusuhan sosial diperkirakan juga marak. ’’Melihat kinerja polisi tahun lalu, tahun ini lebih membahayakan,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Sanusi Pane di Jakarta kemarin (9/1).

    IPW memprediksi konflik, kerusuhan, dan ancaman keamanan lain akan semakin marak, mengingat 2013 adalah masa persiapan menjelang Pemilu dan Pilpres 2014. Neta menambahkan, keamanan Indonesia selama 2012 tergolong rawan karena terjadi konflik dan kerusuhan di sejumlah daerah dari Aceh sampai Papua. Konflik dan kerusuhan tersebut menyebabkan 154 orang tewas dan 217 luka-luka.

    Dari jumlah itu, beberapa di antaranya terdiri dari dua personel brimob dan satu anggota TNI tewas, serta masing-masing enam orang dari TNI dan Polri mengalami luka-luka. ’’Ini disesalkan karena sebenarnya bisa diantisipasi,’’ katanya.

    Bentrokan paling parah terjadi di Kalianda, Lampung, pada 27 dan 29 Oktober 2012. Dalam insiden itu 14 orang tewas dan sembilan orang mengalami luka-luka. Selain itu 166 rumah warga, 11 motor, dua gedung sekolah, satu unit mobil, dua unit motor polisi, serta 26 rumah polisi dirusak massa.

    Bentrokan terakhir terjadi di Denpasar, Bali, pada 31 Desember 2012. Bentrokan menjelang pergantian tahun itu menyebabkan satu orang tewas. ’’Di tahun 2012, Polri sebagai garda terdepan penjaga keamanan di negeri ini seakan tidak berdaya. Bentrokan terjadi dan meluas tanpa bisa diatasi Polri,” ujarnya.

    Bidang yang paling perlu untuk direformasi adalah intelijen. ’’Garda terdepan polisi adalah intelnya. Jika itu tumpul, fungsi lain juga akan lumpuh,” tandasnya.

    Menanggapi kritik itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar justru berterima kasih. ’’Tentu ini saran yang sangat berharga bagi kami,” ucapnya.

    Namun, dia menampik Polri telah gagal mengantisipasi konflik. ’’Anggota kami di lapangan sudah bekerja keras, semaksimal mungkin, bahkan mempertaruhkan nyawa. Kalaupun ada kekurangan, tentu akan kami evaluasi,” pungkasnya. (jpnn/p2/c1/ary)   

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s